Modul Dokter Umum

A. Program Pendidikan Dokter (S1)
     Modul Ginjal dan Cairan Tubuh dan Modul Kesehatan Reproduksi   Pre-Klinik)

Program pendidikan dokter FKUI di Modul Ginjal dan Cairan Tubuh dan Modul Reproduksi (modul pre-klinik) dan ilmu Urologi (modul praktik klinik) merupakan program yang dilaksanakan oleh Departemen Urologi dengan dibantu oleh departemen terkait sesuai bidang ilmu yang dibutuhkan. Seluruh staf medik Departemen Urologi adalah pelaksana utama di ketiga modul tersebut sesuai dengan jabatan dan fungsi masing-masing dan dibantu oleh staf dari departemen lain yang terkait dengan ilmu Urologi.

Studi berlangsung selama 6 minggu

Kuliah
Kegiatan ini berupa penyampaian materi yang dibutuhkan oleh dokter umum dan  banyak ditemui masyarakat. Pada modul ini materi yang disampaikan l ebih bersifat Basic.

Problem Based Learning (PBL)
Kegiatan ini adalah suatu pembelajaran berdasarkan masalah/ kasus dimana kegiatan berupa diskusi kasus-kasus (simulasi) yang sering ditemui dan perlu dipahami dengan baik oleh dokter umum, hal ini bertujuan agar dokter umum mendiagnosis dan melakukan tatalaksana  dengan lebih baik.

Pleno
Kegiatan ini merupakan suatu diskusi final dari diskusi Problem Based Learning (PBL) yang telah dilakukan dalam kelompok kecil. Dengan adanya pleno maka akan tercipta diskusi yang lebih baik dan mengasah kemampuan komunikasi MPPD.

Laboratorium
Kegiatan ini merupakan metode  pembelajaran yang bertujuan memberikan ilmu kepada  MPPD yang tak ditemui dalam metode yang bersifat teoritis.

Keterampilan Klinis Dasar
Kegiatan  ini merupakan metode pembelajaran aplikatif terhadap keterampilan klinis yang diperlukan dokter umum dalam bidang Urologi.


B. Modul Klinik Urologi

Studi berlangsung selama 8 minggu

Kuliah
Metode ini berupa penyampaian materi di bidang Urologi  yang banyak ditemui di masyarakat dan/atau mempunyai tingkat kompetensi 3 dan 4. Bentuk kuliah adalah diskusi interaktif, yang dapat disertai dengan tugas baca atau mempersiapkan kasus diberikan sebelum kuliah/ tutorial dilakukan. Lamanya kuliah berlangsung antara 45 sampai 60 menit per topik.

Keterampilan Klinis Urologi
Kegiatan  ini merupakan metode pembelajaran aplikatif terhadap keterampilan klinis yang diperlukan dokter umum dalam bidang Urologi. Mahasiswa diminta berlatih pada model atau simulator sesuai topik, dalam bimbingan seorang supervisor. Pelaksanaan ini diatur oleh pelaksana modul secara bergantian sesuai dengan kondisi alat yang tersedia.

Pembelajaran Berbasis Video (PBV)
Kegiatan ini menghadirkan  pembelajaran berbagai materi Urologi. Dalam kegiatan ini akan dipimpin oleh fasilitator yang akan memberikan simulasi aplikatif dan memberikan penjelasan pada materi lainnya.

Bedside Teaching
Kegiatan ini merupakan sarana pembelajaran dan peningkatan kemampuan diagnosis, pengelolaan masalah, dan komunikasi bagi mahasiswa. Bentuk kegiatan tersebut adalah  melakukan anamnesis dan pemeriksaan fisik secara langsung (dibawah supervisi) terhadap pasien di ruang rawat inap  Departemen Urologi RSCM dan akan disertai diskusi secara langsung antara mahasiswa dan supervisor.

Aktivitas Ruang Operasi (OK)
Kerja OK (kamar operasi) adalah kegiatan klinik terstruktur, di mana mahasiswa bergabung dengan supervisornya pada kamar operasi untuk melakukan observasi, persiapan pra operasi, asistensi tindakan operasi, dan persiapan perawatan pasca operasi pada pasien sebenarnya dan membantu pelayanan di kamar operasi dalam pengawasan, setelah mendapat persetujuan dari pasien. Dalam kegiatan ini diharapkan mahasiswa mendapat pengalaman klinis tentang bagaimana tindakan bedah dilakukan pada kamar operasi.

Aktivitas Poliklinik dan Ruang Tindakan
Kerja poliklinik adalah kegiatan klinik terstruktur, di mana mahasiswa bergabung dengan supervisornya pada unit rawat jalan untuk melakukan observasi, anamnesis dan pemeriksaan fisik, dan melakukan tindakan Urologi pada pasien sebenarnya dan membantu pelayanan di unit rawat jalan di bawah pengawasan, setelah mendapat persetujuan dari pasien. Dalam kegiatan ini diharapkan mahasiswa mendapat pengalaman klinis tentang bagaimana penanganan kasus bedah di unit rawat jalan.

Aktivitas Rawat Inap (gedung A)
Kerja bangsal adalah kegiatan klinik terstruktur, di mana mahasiswa bergabung dengan supervisornya pada unit rawat inap untuk melakukan observasi, anamnesis dan pemeriksaan fisik pada pasien sebenarnya, baik pada pasien pra operasi maupun pasca operasi, dan membantu pelayanan di unit rawat inap di bawah pengawasan, setelah mendapat persetujuan dari pasien. Dalam kerja bangsal diharapkan mahasiswa membuat portofolio salah satu kasus yang ditemukan saat melakukan kerja klinik. Dalam kegiatan ini diharapkan mahasiswa mendapat pengalaman klinis tentang bagaimana penanganan kasus bedah di unit rawat inap.

Diskusi Topik
Suatu pertemuan di mana mahasiswa mempersiapkan dan mempresentasikan satu kasus dengan topik yang sudah ditentukan sebelumnya, dilanjutkan dengan pembahasan kasus dan tanya jawab dengan nara sumber sesuai kasus yang dipresentasikan. Adapun topik-topik untuk presentasi kasus tersebut dapat dipilih sesuai ketersediaan kasus yang ditemui mahasiswa, sesuai dengan daftar topik/subtopik pada lingkup bahasan.

Ronde
Suatu diskusi interaktif di ruang rawat dengan melihat kasus yang ada, dalam bentuk kelompok kecil dengan dipimpin oleh seorang staf pengajar. Di dalam ronde dapat dibahas mengenai alternatif terapi, penanganan terkini dan cara mempresentasikan atau melaporkan pasien dalam setting klinik, dan cara memilih terapi pada pasien yang dirawat di ruang rawat. Mahasiswa diharapkan mempersiapkan diri sebelum ronde dengan mengetahui kasus-kasus yang akan dirondekan.

Modul Klinik Urologi

  • Ujian MCQ
  • Mini CEX
  • Ujian Portofolio (kasus)
  • OSCE
  • Presentasi Kasus
  • Aktivitas Harian (logbook)
    • Bedside Teaching, Outpatient clinic, Hands-On (operatif)
  • Absensi (Daftar Hadir)

C. Evaluasi Keberhasilan Program Pendidikan Dokter (S1)
Modul Ginjal dan Cairan Tubuh dan Modul Kesehatan Reproduksi (Pre-Klinik)

Ditentukan berdasarkan hasil dan proses pendidikan mahasiswa

  • Kriteria awal untuk mengikuti ujian (prerequisite).
  • Setiap mahasiswa wajib mengikuti 80% kegiatan diskusi kelompok, 80%. Kegiatan praktikum, serta menguasai seluruh keterampilan klinik dasar (logbook KKD mahasiswa ditandatangani oleh tutor).
  • Dilakukan 2 kali ujian formatif dan 2 kali ujian sumatif.
  • Instrumen Evaluasi Hasil Pendidikan yang digunakan adalah :

bobotKriteria kelulusan: nilai rata-rata minimal 55 untuk masing-masing komponen.