Batu Saluran Kemih & Endourologi

Endourologi merupakan salah satu layanan unggulan dari Urologi di RSCM, di mana ini merupakan suatu teknik minimal invasif yang dapat menjadi pilihan tatalaksana terhadap batu saluran kemih. Batu dapat dikeluarkan atau dipecahkan menjadi pecahan-pecahan kecil menggunakan instrumen kecil melalui saluran uretra, kandung kemih dan ureter. Instrumen-instrumen yang berukuran kecil dan fleksibel ini dapat berupa laser, pemecah batu pneumatik, mekanik, kantung penangkap pecahan batu, dan kauter.

Prosedur endourologi dapat meliputi:

  1. Uretroskopi: tindakan meneropong uretra untuk mengobati striktur atau sumbatan di uretra
  2. Sistoskopi: tindakan meneropong kandung kemih sebagai tatalaksana terhadap batu atau tumor kandung kemih (buli-buli). Selain itu, tindakan ini juga menjadi salah satu pilihan dalam penatalaksanaan pembesaran prostat jinak (BPH) yang dinamakan TURP (transurethral recestion of prostate). Kemudian, tindakan pemasangan selang kateter (stent) ureter atau double J stent juga dapat dilakukan dengan prosedur ini
  3. Ureteroskopi: tindakan meneropong ureter untuk penatalaksanaan batu dan tumor di ureter (saluran antara ginjal dan buli-buli)
  4. Nefroskopi: tindakan untuk meneropong saluran kemih hingga ke ginjal untuk mengobati batu dan tumor ginjal.

Selain itu, terdapat beberapa juga tindakan endourologi lainnya seperti extracorporeal shockwave lithotripsy (ESWL), percutaneous nephrolithotripsy (PCNL) dan mini-PCN, dan retrograde intra renal surgery (RIRS). Yang membedakan antara satu prosedur dan prosedur lainnya adalah lokasi, ukuran, dan jenis batu. Selain itu, sumber tenaga yang digunakan untuk masing-masing prosedur juga berbeda, seperti gelombang suara, laser, scope fleksibel dan rigid, pneumatik dan mekanik. Khusus untuk PCNL, mini-PCN, dan RIRS, ketiganya merupakan tatalaksana endourologi unggulan di RSCM.

Extra-Corporeal Shock Wave Litotripsi (ESWL)

ESWL merupakan prosedur pemecahan batu dengan menggunakan gelombang kejut. Batu dipecahkan menjadi butiran yang halus dan keluar bersama urin. Prosedur ini dilakukan pada batu ginjal atau ureter dengan ukuran kurang dari 2 cm dan dengan fungsi ginjal yang masih baik.

Jumlah prosedur ESWL pada RSCM yang dikerjakan di RSCM tahun 2010-2015 sebanyak 10.889 prosedur.”

Pelayanan ESWL di RSCM telah mendapatkan penghargaan dari WOLF (produsen alat ESWL) sebagai pusat ESWL tersibuk di dunia pada 2009. Hal ini membuktikan bahwa pelayanan ESWL di Departemen Urologi RSCM telah menampilkan pelayanan yang sangat baik sehingga dipercaya oleh banyak pasien di Indonesia.

Percutaneous Nephrolitotripsi (PCNL)

Salah satu tindakan yang bisa dilakukan untuk mengobati penyakit batu ginjal adalah PCNL (Percutaneous Nephrolithotripsy) yang merupakan salah satu tindakan invasif minimal.

pncl

Luka operasi PCNL sangat minimal dikarenakan sayatan yang dibuat untuk masuknya alat PCNL hanya ± 2 sentimeter. Alat endoskopi yang digunakan, nantinya akan langsung masuk ke ginjal untuk dapat melakukan terapi langsung ke lokasi adanya batu ginjal. Batu ginjal yang berukuran lebih dari dua sentimeter dapat dengan mudah dihancurkan dan dikeluarkan dengan teknik PCNL

Selama tindakan PCNL pasien dalam keadaan dibius dan pasca operasi pasien menjalani rawat inap dimana waktu rawatnya akan relatif lebih singkat dibanding dengan pasien batu ginjal yang diterapi dengan operasi bedah terbuka.

Keuntungan dari tindakan ini, angka bebas batu yang lebih besar dapat digunakan pada batu kaliks imperior yang sulit diterapi dengan ESWL nyeri pasca operasi yang lebih ringan dan masa perawatan pasca operasi yang lebih singkat.